My Exhaustion

My Exhaustion~

Ya, kelelahanku.

Image

(Backsong : SS4 Tokyo Dome Our Love)

Dipostingan ini, aku sengaja ingin mengeluh. Aku ingin mengeluh dengan semua yang membuatku mengeluh. Yang sungguh membuatku merasa sangat kelelahan. Blog tempat yang tepat mungkin untuk menulis ini.

Beberapa saat yang lalu aku baru melakukan banyak hal. Pulang dari kampus, menyalakan bboing, mandi, kalut gegara mati listrik mendadak, akhirnya makan roti tiga tumpuk dan susu Indomilk rasa mella, eh? melon maksudnya 😀

Baru aja aku pulang dari kampus yang sangat melelahkan, berbincang sedikit dengan teman kosan sebelah dijalan pulang. Membicarakan tentang kelelahan yang sedang melanda diantara kami. Betapa aku baru menyadari semua kegiatan yang sangat menyita waktu dan pikiran ini berlangsung berderet-deret seperti barisan peserta dalam upacara. Mungkin berderet bukanlah istilah yang tepat karena sebenarnya kegiatan ini menumpuk seperti gunung. Melelahkan.

Sebulan lagi UAS dan itu sungguh sesuatu yang membuat jantung selalu berdenyut nyeri dengan seketika, memikirkan segala kemungkinan soal yang akan keluar dilembar-lembar terkutuk diatas bangku nanti. Aku sendiri, merasa sangat kewalahan dengan segala pelajaran yang berlangsung saat ini. Aku khawatir dengan pelajaran Dokkai (reading+grammar) yang keteteran dan pelajaran Choukkai (listening) yang memprihatinkan karena pendengaranku yang agak lemah. Aku nggak pernah benar-benar ingin memikirkan mereka sebenarnya, tapi seberapapun aku mencoba menolak mereka, justru semakin terngiang-ngiang dikepalaku.

Kalut mendadak ketika mengingat segala tugas yang belum selesai dan jadi tanggungan dengan deadline sebelum UAS. Terlalu banyak yang harus disiapkan sementara waktu terus berjalan mendekati tanggal UAS. Membuat Dorama untuk kaiwa, menghafalkan kanji seabrek dengan seluruh cara baca unyomi+kunyomi dan gabungan kanji, memahami dokkai dengan sungguh-sungguh, speaking English setiap Senin siang, melatih choukkai dengan teliti, menulis sakubun dan happyo setiap minggu, ah banyaaaakkkk~

Itu baru yang akademik, sedangkan yang non-akademik, lebih menyita banyak waktu istirahat tentunya, karena selalu dilakukan diluar jam kuliah. Rapat persiapan mahasiswa baru Sastra Jepang setiap Senin dan Rabu, apalagi aku jadi koordinator pendamping. Mungkin untuk saat ini kerjaku belum terlalu banyak, tapi nanti ketika maba baru datang dan menjelang Makrab, sungguh aku nggak bias bayangin betapa pusingnya aku nanti. Menjadi satu-satunya orang yang bertanggung jawab untuk bagian pendamping, aku harap partner yang kerja bareng aku di Sub-divisi Pendamping ini bisa kompromi dan lancar jaya mhihi.

Ada lagi kegiatan persiapan untuk tes N5 dan N4, itu sungguh bikin nyesek lagi, membayangkan masa depan di Sastra Jepang bukanlah sesuatu yang menyenangkan, mengingat banyak tes resmi dari Jepang yang harus dilalui dan Skrispsi? ah, itu bikin aku semakin frustasi~

Dan ada yang jauh lebih mendekati tanggal deadline dari semua yang diatas, ketika aku dituntut untuk menjadi ‘bisa’ dalam melakukan gerakan-gerakan dance yang membuat keringatku bercucuran hampir setiap malam diruang audio yang kami jadikan tempat latihan dance. Ya aku dituntut, setelah aku memutuskan untuk menyodorkan diri bergabung bersama mereka, segala konsekuensi harus aku lakukan dengan tuntutan yang mereka berikan agar aku ‘bisa’. Lagipula aku memang senang melakukannya, aku tak terpaksa, aku bahagia. Senang melihat keringat bercucuran diseluruh tubuh, mencoba menyajikan tubuh yang tak pantas menjadi dancer ini untuk orang lain, menanti sebuah pujian dan tepuk tangan. Hanya itu. Aku akan puas.

Yang lebih membuatku merasakan kelelahan yang tak berarti itu adalah ketika deadline telah ditentukan untuk lima hari kedepan, padahal setengah dari gerakan dance pun belum kami kuasai. Kami berlima berlatih setiap malam, merelakan waktu yang seharusnya digunakan untuk berbaring diranjang kamar kos, hanya untuk menghitung hitungan yang tak pernah lebih dari angka 8 didalam ruang praktik. Tapi sekali lagi, aku senang.

Sampai akhirnya beberapa waktu barusan ketika aku berjalan bersama teman kos sebelah menyadari sesuatu yang sangat melelahkan. Yaitu semua yang sedang terjadi diantara kita. Kami sama-sama duduk dibangku Sastra Jepang jadi tentu saja kami merasakan hal yang sama.

Kemudian kami yang sama-sama KPopers, mulai membicarakan mereka ketika aku membuka suatu topik yang sedang hangat, yaitu Comeback-nya EXO. Aku bercerita padanya bahwa kenapa ketika kita akan melakukan suatu event dance, selalu tepat dengan perjalanan comeback group yang kita suka. Kebetulan dia seorang Inspirit, yang sama juga denganku. Ketika kami mengisi event GEMA Showcase *haha* atau Buka Garasi GEMA, itu juga bertepatan dengan comebacknya INFINITE. Dan sekarang, aku merasakan lagi ketika EXO hampir comeback dan aku nggak bisa mendampingi mereka memberikan kejutan-kejutan yang membuat EXOStan bereaksi gila. Jujur ini membuatku sangat sakit hati. Sakit hati karena aku menghilang selama mereka menebarkan cinta untuk fans, sementara aku berkutat dengan kesenanganku sendiri, dance.

Perasaan itu semakin menyakitkan ketika aku pulang, membuka kamar dan menyalakan bboing, menyetel lagu Our Love dan mendengarkan suara Jongwoon. Itu sungguh sakit. Ingin rasanya aku menghentikan waktu dan menghapus seluruh kegiatan yang menumpuk dan melambai-lambai tanpa belas kasih itu. Aku sempat frustasi sampai akhirnya aku memutuskan untuk mandi, menjejalkan kepalaku kedalam bak mandi yang kemudian aku kuras dan menulis semua ini sekarang.

Ingin rasanya aku pulang, bertemu orang tua dan adik tercinta, tapi aku tidak terlalu yakin mereka akan cukup membantu menanggapi beban yang melandaku saat ini. Mengingat mereka bukanlah orang yang tepat untuk dicari ketika aku mencari sebuah solusi, mereka tidak bisa berkompromi.

Tapi aku rindu dengan suasana rumahku, hamparan hijau dan sampah daun yang selalu berserakan disekitar rumah dan halaman tetangga. Menghilang dari hingar-bingar kota Purwokerto yang membuat sumpek, menikmati segala keprimitifan yang selalu terjadi dirumahku. Tak ada sinyal ponsel yang berarti, apalagi sinyal internet yang membuat lupa waktu. Aku rindu kamarku, istana kecil yang sungguh menenangkan hati, melihat seluruh tumpukkan koleksi sampah dan memandang poster idol kesayangan. Menikmati dingin yang menusuk dikaki Gunung Slamet dan tak sudi untuk menyentuh air dibak mandi, aku malas bersentuhan dengan air ketika dirumah, dinginnya keterlaluan apalagi aku terbiasa dengan suasana panas di Purwokerto.

Sesaat, aku rindu rumah, tapi sekali lagi itu hanya sesaat. Karena aku hanya sekilas merindukan tempat itu. Sampai akhirnya aku selalu memutuskan untuk bertahan di tempat cukup modern ini, menikmati kesendirian didalam kamar, istana kecil yang lain selain kamarku dirumah. Hidup bagai rakyat jelata dengan segala keprihatinan dan kesederhanaan bersama saudara tak sedarah dirumah kos.

Apa daya. Aku hanya memikirkan egoku untuk selalu berkutat dengan diriku sendiri.

Aku memang lelah, sangat lelah. Tapi ada sesuatu yang membuatku tergugah untuk memikirkan keputusasaan ini segara diakhiri. Aku teringat dengan perkataan teman kosan sebelah tadi. Ketika aku mengeluh aku tak bisa update dengan berita EXO dan membicarakan comeback INFINITE beberapa waktu lalu dengan tugas dan kegiatan yang menumpuk.

“Ya anggap aja kita lagi jadi trainee kayak mereka dulu sebelum debut.”

Aku berpikir, berpikir keras.

Ya, aku seorang trainee, trainee di Sastra Jepang, seperti mereka dulu, trainee di Woolim maupun SM.

“Mereka juga belajar dan sekolah kan selama trainee, toh mereka bisa, kenapa kita nggak? Sekarang anggap aja mereka sebagain inspirasi. Aku sih melihat mereka seperti itu, sebagai inspirasiku.”

Ia benar. Benar dengan segala kebenaran. Mereka harusnya menjadi sesuatu yang membuatku terinspirasi. Membuatku termotivasi.

“Lagian mereka pasti senang kalo kita sukses karena mereka yang membuat kita terinspirasi, pasti membanggakan buat kita dan mereka juga.”

Nah ini dia, sesuatu yang aku pikirkan beberapa waktu lama yang lalu, ketika membaca artikel tentang Super Junior di blog kak takyuyaki. Aku setuju dengan semua itu. Mereka harus menjadi inspirasiku kan? Sesuatu yang memotivasi, sesuatu yang lebih dari sekedar bahan untuk fangirling. Tidak seharusnya aku lelah, malas, mengabaikan masa depanku hanya karena aku merasa sakit hati nggak mengikuti dan update comebacknya EXO, right? Terlebih lagi, aku adalah seorang Inspirit 🙂

Image

“Hanya saja seperti kata Heechul oppa meskipun mereka itu hidup dari kalian para fans, ingatlah bahwa mereka itu tidak bertanggung jawab sedikitpun terhadap masa depan kalian. Jadi pilah-pilah lah denga baik hubungan atara idola dengan fans. Tetaplah mempunyai skala prioritas untuk hidup kalian masing-masing. Mereka akan jauh lebih senang mendengar kalau kalian sukses gara-gara terinspirasi mereka bukan kalian jadi tidak bermasa depan hanya gara-gara terlalu ngefans dengan mereka :”))” – takyuyaki.

Mungkin postingan yang lebih tepat dibilang curhatan ini membuatku tersadar disetiap kata yang aku tuliskan, bahwa mengeluh adalah sesuatu yang tak baik, bukan terlarang. Mengeluh boleh, tapi lebih baik tidak.

Semoga Layesungyeol memberkatiku karena aku tersadar akan hal ini hahaha. Satu-satunya hal yang harus dilakukan sekarang ya tawakal, dan semangat tentunya. Ya Allah semoga aku diberi kekuatan dengan hidup yang lumayan rumit dan kejam ini.

Merekalah inspirasiku. Ketika aku sukses nanti, bolehkah aku mendapat semua sanjungan membahagiakan itu wahai my inspirations, Super Junior, Big Bang, INFINITE, EXO, A Pink? 😀 I hope so~

Cukup sudah, aku harus banyak-banyak memanfaatkan waktu. Boleh lah ngetwit dan fangirling sampe malam, tapi semoga tugas aku nggak lupa kkkk~

Akhir kata, for my future? Yes, I shouldn’t complaint anymore 🙂

photos are via tumblr.

bboing~

Advertisements

3 thoughts on “My Exhaustion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s