Menerima Perpisahan

Mudah bagimu tuk berucap tak serius.

Berbicara seolah perpisahan bukan sesuatu yang mengerikan, karena kau telah bertemu dengan banyak perpisahan. Itu tidak adil.

Mudah untukmu, tetapi begitu sulit untukku.

Kau terbiasa dengan perpisahan yang selalu menghampiri, aku justru ketakutan menemui perpisahan yang harus kuhadapi lagi.

Aku pernah berpisah dengan orang yang sangat kucintai di dunia ini, dialah segalanya untukku, aku bukan apa-apa tanpanya. Kemudian ia pergi, menghembuskan napas terakhirnya di telingaku, merasakan detak terakhirnya di telapak tanganku, menatap mata kosongnya yang tanpa tujuan, mengusap pipi lembutnya yang tak lagi berwarna, memeluk raganya yang tak lagi bernyawa.

Sedalam itu perpisahan yang pernah kulalui.

Dan bertemu denganmu, menentukan perpisahan yang jelas-jelas tak bisa kuhadapi.

Aku harus bagaimana untuk menghindari perpisahan itu?

Apa yang harus kulakukan agar kau tak lagi memikirkan perpisahan yang akan membuatku hancur berkeping-keping?

Apa lagi yang bisa kupertaruhkan agar aku menerima perpisahan itu?

 

MMI, 20.01.2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s